Selasa, 29 Agustus 2017

SURGA DI PANGANDARAN

Pangandaran adalah salah satu Kabupaten yang ada di Jawa Barat dengan keindahan lautnya. Deburan ombaknya mampu menghancurkan kepenatan dari rutinitas sehari-hari di Ibukota Jakarta. Jarak tempuhnya cukup jauh. Tidak seperti Bandung, yang cukup 3-4 jam saja kita tempuh dari Jakarta dengan kendaraan baik mobil maupun kereta, untuk Pangandaran dibutuhkan lebih dari 7 jam perjalanan menggunakan kereta Serayu dan bisa lebih dari 9 jam jika menggunakan bis. Namun semua lelah diperjalanan dibayar lunas dengan suara ombaknya yang sangat jelas terdengar.

Pertama Pantai Pangandaran, saat pertama kali melihat, menurut saya tidak ada yang spesial untuk pantainya sama seperti pantai anyer namun lebih bersih dan banyak turis mancanegara yang berjemur dipinggir pantai, beberapa turis melakukan surfing disana karena ombak pangandaran memang bagus untuk berselancar. Dan disekitar pantai banyak sekali pedagang-pedagang oleh-oleh khas Pangandaran seperti, baju pantai, kain pantai, ikan asin, kerang, dan lain sebagainya. Ketika saya disana saya hanya menikmati makan seafood di pinggir pantai tidak berenang. Di pantai Pangandaran terdapat beberapa tanda untuk tidak berenang di beberapa titik karena terdapat pusaran air di dalamnya. Bahkan saat saya disana, ada salah satu wisatawan asal Tasikmalaya yang tenggelam. Itu yang membuat saya takut berenang karena saya juga tidak ahli berenang. Tapi pantai itu sangat reccomended untuk kalian yang hobi surfing.

Kedua Pantai Batu Hiu. Nama Batu Hiu diambil karena adanya batu karang di laut yang terkikis karena deburan ombak sehingga menyerupai punggung ikan hiu. Batu hiu berjarak sekitar 14 km dari pangandaran sebagai objek wisata pilihan ketika kita datang ke Pangandaran. Ombak di pantai Batu Hiu jauh lebih besar dibandingkan Pantai Pangandaran karena berbatasan langsung dengan samudera Hindia. Kalau berani berenang disana monggo hehehe..
Gerbang untuk masuk pantai batu hiu berbentuk mulut hiu besar yang menganga, cocok untuk selfie ataupun wifie atau apalah terserah kalian. Tapi sayangnya banyak tangan-tangan jahil yang mencorat coret gerbang hiu ini, merusak keindahannya. Mungkin mereka baru belajar menulis jadi seperti balita corat coret tembok gitu. Dan sekitaran pintu masuk juga terdapat beberapa pengemis yang lumayan yah sedikit merusak indahnya pantai hiu. Setelah itu kita akan dipertunjukkan dengan pepohonan dan paviliun yang kalau dilihat-lihat seperti pantai di Bali gitu. Ada satu hal yang saya kurang suka dari Pantai Batu Hiu yaitu pasir hitamnya. Karena saya lebih suka pantai berpasir putih (lho jadi rasis hha..)

Lanjut ke Pantai Batu Karas. Nah kalau kalian mau berenang disini saja, lebih aman lautnya lebih tenang dibandingkan Pantai batu Hiu. Di Pantai Batu Karas juga dapat bermain banana Boat, surfing, dan jet ski. Untuk yang mau beli oleh-oleh disini pun banyak sekali toko cenderamata.



Selain pantai-pantai tersebut, Pangandaran punya Cukang Taneuh atau yang kita sebut Green Canyon dan Sungai Citumang. Pertama kita bahas Green Canyon. Warna asli airnya sebenernya hijau tosca, tapi sayangnya ketika saya kesana curah hujan cukup tinggi dan airnya berubah menjadi keruh kecoklatan kayak air kali gitu. Kalian belum gaul kalau belum mencoba body rafting di Green Canyon setelah hujan turun. Karena arusnya deras. Oh yah berbeda dengan body rafting di Sungai Citumang, Body rafting di Green Canyon kita harus naik perahu menuju objek rafting, dan kita harus melawan arus sungai (di Sungai Citumang kita mengikuti arus). Berpegangan pada seutas tali, kerja sama tim sangat dibutuhkan disini, saya yang sudah tidak kuat melawan arus, hanya berharap tarikan dari teman-teman hahaha..
Nah bagi yang mau berenang menuju batu yang berbentuk payung untuk melompat, kalian harus berjuang terlebih dahulu melompat dari satu batu karang yang ada ditengah menuju tali yang berada didekat batu payung. Dan itu Sulit Guys!!

Terakhir kita bahas sungai Citumang, nah disini nih, bagi yang mau nyoba rasanya bunuh diri loncat ke sungai silahkan, tapi pakai pelampung yah, nanti kalau meninggal disana kasian para guidingnya gak ada penghasilan karena ditutup objeknya (hehehe. piss). kerja sama tim sangat dibutuhkan ketika kita rafting disini, pertama kita harus berjalan dari tempat parkiran ke sungai yang cukup jauh, lalu sampai disana kita harus menyeberang sungai melawan arus sambil berpegangan tangan biar gak jatuh ke sungai WAW banget deh. Setelah itu ada seutas tali tarzan, bagi yang mau mencoba jadi tarzan silahkan bergelayutan setelah itu dilepas dan kalian akan jatuh pas banget di sungai citumang. Gak perlu takut terbentur batu sungai, karena sungainya cukup dalam. Yang saya takutkan apakah ada buaya didalamnya karena airnya kotor jadi gak keliatan dalamnya.

Itulah cerita surga di Pangandaran, oh yah kalau mau nginap sekitaran pantai Pangandaran banyak hotel-hotel dan kalau malam itu banyak becak-becak lampu jadi bisa dicoba liburan kesana. menikmati indahnya Pangandaran = Bali versi KW Super.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar