hai gan..
ini post pertamaku. aku disini mau cerita tentang gimana susahnya mencari tempat PKL.
diawali dengan membuat kelompok PKL. tadinya kelompokkan hanya 3 orang yaitu aku dan kedua sahabatku Muthi dan Umu. namun karena peraturan sekolahku yang mengharuskan lebih dari 3 orang yah terpaksa deh mengajak teman yang lain (hihihi).
pertama aku dan kedua sahabatku bertanya-tanya tentang tempat PKL yang bisa memberi kami gaji yang cukup lah buat pelajar (ngarep.com).
banyak pilihan dari bank, DirJen pajak, BPK, sampai dengan pabrik minuman teh.
oh yah aku lupa aku ini baru kelas 2 jurusan Akuntansi di sebuah SMK negeri di Jakarta Barat.
hmm.. pertama kami pergi ke Manggala atau Dinas Perhutanan. pertama kalinya kami ke tempat yang gedungnya tinggi (hehe norak abiz). Bingung mau masuk lewat mana lalu banyak karyawan yang melihat dengan tampang yang tidak suka pokoknya banyak banget.
ketika kami masuk gedung tersebut kami bertemu resepsionist dinas tersebut. lalu kami disuruh naik ke sebuah lantai yang biasa menerima PKL. sampai disana kami malah dibuat bingung dengan pernyataan belum menerima PKL (waduh harus gimana lagi nih). mereka menerima untuk 2 bulan sebelum pelaksanaan PKL sementara kami mendaftarkan diri 4 bulan sebelum PKL (maklum takut kehabisan). Akhirnya kami pulang dengan perasaan yang gak karuan karena kami khawatir tidak mendapatkan tempat PKL.
seminggu kemudian kami pergi ke Dirjen Pajak tapi sayangnya jawaban yang kami dapat sama seperti di Manggala. kami telusuri jalan Gatot Subroto dari satu gedung ke gedung lain layaknya orang yang sedang melamar pekerjaan. Akhirnya kami pergi ke Plaza Mandiri pukul 16.25 WIB. Namun sayang sekali bagian Perpustakaan yang biasa menerima PKL telah pulang. sedih yah pastilah karena kami harus pergi ke tempat yang belum pernah kami kunjungi dan jaraknya jauh dari rumah kami.
3 hari kemudian kami kembali ke Plaza Mandiri untungnya bagian perpustakaannya belum pulang. Kami diberi persyaratan untuk membawa CV dan surat keterangan PKL dari sekolah. Lalu kami pulang dengan rasa bahagia walaupun belum tentu diterima.
Besoknya kami kesana kembali dan menyerahkan persyaratan yang diberikan. Namun ketika kami bertanya apakah kami diterima atau tidak, bagian perpustakaan tersebut bilang belum pasti karena mereka harus bertanya pada cabang bank Mandiri yang membutuhkan tempat PKL. Akhirnya kami pulang dengan hati yang pasrah (hehe lebay sangat). karena uang kami tinggal Rp 5.000 kami memutuskan untuk naik metromini saja karena busway ongkosnya Rp.3500 belum lagi naik angkutan lainnya. Kami naik angkutan jurusan tanah abang. Dibenak kami jurusan tanah abang berarti tepat dipasarnya. Lalu kami naik tapi sialnya kami tidak tahu daerah yang sedang kami lalui. Kami dengan hati ikhlas berdoa berharap tidak tersasar. metromini tersebut berhenti disebuah tempat yang kami tidak kenal daerahnya. Satu per satu kami bertanya pada orang yang melintas. Dan ternyata jarak dari tempat metromini tersebut dengan pasar Tanah Abang sangatlah jauh akhirnya kami berjalan menyusuri jalanan yang banyak kuli sedang mengangkut barang. huftt. capek sekali begitu beratnya perjuangan untuk mencari tempat PKL.
dua bulan kami menunggu jawaban Mandiri namun tidak ada yang menghubungi kami. Lalu kami mungkin sudah ikhlas dimanapun kami PKL. Tapi aku tidak menyerah begitu saja. Aku mencari alamat kantor pusat Bank di Jakarta. Dan mataku tertuju pada bank Muammalat di gedung Arthaloka.
Akhirnya kami kesana sebanyak 3 kali karena kejadiannya hampis sama dengan di Bank Mandiri. Seminggu kemudian kami menelepon Bank Muammalat dan ternyata kami diterima (seneng medadak!!!).
Dan akhirnya kami PKL disana dan lumayan lah dapat uang pengganti transportasi.
Dari perjalan itu kami memperoleh hikmah ternyata mencari pekerjaan tidak semudah yang kami bayangkan.
semoga cerita dariku ini bermanfaat untuk adik-adikku yang akan mencari tempat PKL..
this is umu (left), aku (center), and muthi (right)..